Enam Persen Truk yang Terjual di China Sudah Bertenaga Listrik dan Plug In Hybrid

Enam Persen Truk yang Terjual di China Sudah Bertenaga Listrik dan Plug In Hybrid

MobilKomersial.com –  Tren kendaraan listrik di segmen kendaaraan niaga tak terbantahkan lagi akan terus membesar. Tidak hanya di negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat, tapi juga di negara China. China boleh dibilang industrinya paling siap memproduksi kendaraan niaga bertenaga listrik ketimbang negara lain.

.

Data terbaru yang dilansir Reuters menunjukkan, sepanjang tahun lalu (2017) dari total 200.000-an unit kendaraan niaga ringan yang terjual di pasar China, sebanyak 6 persen diantaranya adalah kendaraan bertenaga listrik di bawah enam ton, baik yang 100 persen digerakkan oleh listrik maupun tipe plug in hybrid.

.

Nissan Motor merupakan satu dari perusahaan global pertama yang berinvestasi di China, mengembangkan line up truk bertenaga listrik bekerja sama dengan perusahaan otomotif lokal, Dongfeng Group. Kerjasama ini berambisi melipatgandakan penjualan kendaraan niaga listrik mereka hingga 6 kali lipat ke angka 90.000 unit pada tahun 2022 mendatang.

.

Partner Nissan, Renault, juga melakukan langkah serupa. Renault menggandeng Brilliance China Automobile Holdings dan akan segera meluncurkan tiga model van bertenaga listrik dalam dua tahun ke depan dimulai di tahun 2019. Perusahaan bus listrik terbesar di China, BYD, yang di-back up oleh miliarder Warren Buffet, dengan menggandeng Geely, juga menyiapkan beberapa model truk listrik dan van untuk dipasarkan di China.

.

Pertumbuhan pasar truk listrik di China sejalan dengan upaya Pemerintah Beijing dan pemerintah lokal yang terus menerus mendorong menggeliatnya industri kendaraan listrik, baik untuk membuat lompatan teknologi maupun untuk menekan angka polusi dan pencemaran udara.

.

Di China, aliansi Nissan dan Dongfeng sukses memasarkan van bertenaga listrik Dongfeng D94. Di China, van ini menikmati subsidi harga jual dari Pemerintah China dan pemerintah lokal senilai hingga  80.000 yuan atau setara dengan 15.850 dolar AS, atau setara dengan sepertiga harga jualnya.

.

Hampir dua lusin kota-kota di China seperti Beijing, Shanghai dan Guangzhou telah melakukan pembatasan secara ketat penggunaan truk berbahan bakar fosil. Kota Beijing misalnya, resmi melarang truk berbahan bakar solar masuk kota mulai pukul 6 pagi sampai 11 malam.

“Kami mempertaruhkan bisnis kami pada e-truck karena tidak lama lagi, hanya e-truk dan e-vans yang diizinkan masuk ke pusat kota,” kata seorang eksekutif Nissan China, yang menolak diidentifikasi. “Dengan berlanjutnya e-commerce, kami melihat masa depan cerah dalam pengiriman mobil listrik ke pelanggan,” imbuhnya.

.

.

.

.

.

 

Penulis: Arieffandi

Tinggalkan Balasan