Mekanik Ini Jadi Juara Ajang Scania Top Team World Final di Swedia

Sodertalje, MobilKomersial.com – Pabrikan bus dan truk Scania baru saja menggelar ajang Top Team World Final, sebuah ajang yang menguji skill mekanik melalui teori dan praktik yang babak finalnya digelar di kantor pusat Scania di Sodertalje, Swedia.

Dari 8.000 teknisi dan ahli suku cadang dari 70 negara yang berpartisipasi, tim dari Selandia Baru tampil sebagai juara umum dan berhak meraih hadiah senilai total 50.000 euro atau setara dengan 78.380 dolar AS.

Secara total, di babak final ada 12 tim yang dinyatakan lolos dari hasil seleksi di babak final regional dan nasional Top Team World Final. Tahun 2018 ini menjadi tahun ke-10 penyelenggaraan ajang bergengsi Top Team World Final sejak debutnya pada tahun 1989. Ajang Top Team World Final kini  telah berkembang dari sebuah event pelatihan tingkat negara menjadi program pelatihan global dengan fokus pada keterampilan praktis dan teoritis tentang bus dan truk Scania.

Para peserta yang lolos di babak final Top Team World Final 2018 di Sodertalje adalah Argentina, Austria, Brasil, China, Finlandia, Italia, Selandia Baru, Polandia, Swiss, Taiwan, Belanda, dan Uni Emirat Arab. Tampil sebagai juara kedua dan ketiga adalah Swiss dan Austria. “Tim layanan kami memainkan peran penting bagi kesuksesan bisnis Scania,” kata Wakil Presiden Eksekutif Scania Bidang Operasi Komersial, Mathias Carlbaum seperti dikutip dari situs Prime Mover Magazine, Minggu (16/12/2018).

Dia menambahkan, dedikasi, pengetahuan dan efisiensi kerja para mekanik Scania telah berkontribusi dengan cara yang setinggi mungkin untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan Scania di berbagai negara. “Hal ini mampu memastikan bahwa kendaraan Scania milik pelanggan kami dengan cepat kembali di jalan dengan cara yang layak, aman dan efisien,” katanya.

Di Swedia dan di tingkat global terjadi kekurangan tenaga teknisi kendaraan yang mumpuni. Scania sendiri setiap tahun membutuhkan lebih dari 1.000 tenaga mekanik baru untuk melayani pelanggannya yang tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia, pada tahun-tahun mendatang.

 

Penulis: Arieffandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.