Tata Motors Kerek Harga Jual Truk dan Busnya 1,5 Persen Lebih Mahal Mulai Bulan Januari 2019

Mumbai, MobilKomersial.com – Produsen kendaraan komersial terbesar di India, Tata Motors, akan menaikkan harga jual truk dan busnya sebesar 1-1,5 persen mulai bulan depan atau mulai Januari 2019 karena kenaikan biaya bahan baku yang terus-menerus.

Seorang pejabat tinggi Tata Motors kepada Moneycontrol menyatakan, kenaikan harga tersebut sudah diputuskan. Ini merupakan kenaikan harga jual truk dan bus yang ketiga kalinya dilakukan oleh perusahaan yang berbasis di Mumbai ini sepanjang tahun fiskal ini. Di India, tahun fiskal berlangsung mulai Maret dan berakhir di bulan April tahun berikutnya.

Kenaikan harga jual truk dan bus Tata Motors mulai Januari nanti ini diputuskan di tengah melemahnya permintaan permintaan pasar terhadap truk dan bus baru di India menyusul sikap antisipatif para pengusaha transportasi di India terhadap pemberlakuan standar emisi gas buang BS VI mulai tahun depan.

“Kami telah melakukan kenaikan harga di bulan Mei 2018 dan kemudian di bulan Juli serta di bulan Oktober. Kenaikan harga komoditas benar-benar sulit diprediksi.  Meskipun kami telah mengupayakan penghematan biaya yang sangat agresif, kami dengan terpaksa harus memutuskan kenaikan harga jual ini kepada pelanggan. Pada bulan Januari 2019 kita akan menaikkan harga jual lagi. Kenaikan harga akan bervariasi tergantung pada segmen kendaraannya. Akan tetapi secara umum kenaikan itu akan berada di kisaran 1-1,5 persen, “kata Girish Wagh, Presiden (Unit Bisnis B Kendaraan Komersial), Tata Motors.

Kenaikan harga jual kendaraan di industri kendaraan komersial sebenarnya mengikuti jejak pasar yang dilakukan oleh pabrikan kendaraan penumpang di India seperti Tata Motors, Honda, dan Toyota yang telah menyatakan akan menaikkan harga jual kendaraannya 2 sampai 4 persen pada Januari 2019.

Kenaikan harga ini menguntungkan bagi Tata Motors karena akan meningkatkan margin mereka karena lebih dari 70 persen pendapatan perusahaan dihasilkan dari penjualan kendaraan di segmen komersial.

Pesaing Tata Motors seperti Ashok Leyland, VE Commercial Vehicle dan Mahindra & Mahindra belum menginformasikan tentang rencana kenaikan harga jual kendaraan mereka, meskipun nanti mereka diperkirakan juga akan mengikutinya.

Penjualan kendaraan komersial Tata Motors di pasar domestik turun 5 persen bulan November 2018 lalu menjadi 33.488 unit, dibandingkan dengan 35.307 unit yang terjual di bulan yang sama di tahun 2017 lalu.

Penulis: Arieffandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.