Tiga Hal yang Harus Diketahui Soal Tilang Elektronik di Jakarta

Tilang Elektronik
(Last Updated On: 13 December 2018)

Jakarta, Mobilkomersial.com – Kebijakan lalu-lintas dengan menerapkan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) telah diberlakukan di Jakarta.

Sistem ETLE tersebut dilakukan di sepanjang ruas Jalan Sudirman hingga Thamrin, Jakarta. CCTV telah dipasang di sejumlah titik di ruas jalan itu. Jika di ruas jalan itu berjalan lancar tanpa kendala, ETLE akan diterapkan di seluruh ruas Jalan di Jakarta secara bertahap.

Lantas apa saja yang perlu diketahui pengendara mengenai sistem tilang elektronik ini? berikut 3 Hal yang Harus Anda Ketahui soal Tilang Elektronik di Jakarta.

1. Mekanisme E-TLE

Kamera CCTV fixed dome dan kamera CCTV PTZ Kedua jenis CCTV ini memiliki tiga fungsi utama,
yaitu untuk memantau keadaan lalu lintas dari control room, mencegah dan mengurangi pelanggaran lalu lintas, serta menjadi bukti atas aksi kejahatan atau pelanggaran lalu lintas.

2. Penerapan e-tilang

Bukan hanya dengan kamera CCTV, Korps Lalu Lintas Mabes Polri (Korlantas) juga menggunakan aplikasi e-tilang untuk mempermudah proses penilangan.
Namun, aplikasi e-tilang bukan untuk umum, melainkan hanya boleh digunakan oleh anggota kepolisian.

Ketika ada pelanggaran lalu lintas, polisi akan menilang pelanggar tersebut dengan memasukkan data pelanggar ke dalam aplikasi,
termasuk nomor handphone. Data ini terintegrasi dengan database registrasi dan identifikasi (regident) kendaraan.

3. Denda dan pelanggaran e-tilang

Untuk jenis pelanggaran dan denda menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dapat dilihat di bawah ini:

a. Jika mengakibatkan gangguan pada fungsi lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan. Dikenakan denda sebesar Rp 250 ribu.
b. Tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Dikenakan denda sebesar Rp 250 ribu.
c. Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak memiliki SIM. Dikenakan denda sebesar Rp 1 juta.
d. Kendaraan bermotor tidak dilengkapi dengan STNK yang ditetapkan. Dikenakan denda sebesar Rp 500 ribu.
e. Kendaraan tanpa pelat nomor yang lengkap. Dikenakan denda sebesar Rp 500 ribu.
f. Tidak mengenakan helm dan sabuk pengaman. Dikenakan denda sebesar Rp 250 ribu.
g. Memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan lalu lintas. Dikenakan denda sebesar Rp 500 ribu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.