Uni Eropa Sepakat Hapus 30 Persen Emisi Karbon dari Gas Buang Truk di Tahun 2030

Uni Eropa Sepakat Hapus 30 Persen Emisi Karbon dari Gas Buang Truk di Tahun 2030

Zwolle, 9 februari 2015. Minister Melanie Schultz van Haegen is in Zwolle bij een demonstratie van zelfrijdende vrachtwagens bij de Scania fabriek.

(Last Updated On: 24 December 2018)

MObilKomersial.com – Dewan Para Menteri Uni Eropa sepakat mengurangi emisi karbon dari truk angkutan barang muatan berat sebesar 30 persen pada tahun 2030, dan setidaknya dikurangi 15 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2019.

Ini merupakan yang pertama kalinya Uni Eropa mengatur emisi karbon yang berasal dari pembakaran bahan bakar di truk. Negara dengan ekonomi maju lainnya, termasuk Jepang, Kanada dan AS, dan China, sebelumnya telah memberlakukan batas karbon kendaraan.

Langkah terbaru Uni Eropa ini masih perlu disepakati oleh Parlemen Eropa. Keputusan bersama ini juga menyepakati dijatuhkannya hukuman kepada produsen truk yang tidak mematuhi peraturan yang dibuat. Selain menjatuhkan sanksi hukuman, akan ada juga bentuk insentif bagi produsen kendaraan yang memproduksi truk dengan emisi nol atau truk dengan emisi gas buang rendah.

Menteri Federal Austria untuk Keberlanjutan dan Pariwisata Elisabeth Köstinger, yang mengetuai pertemuan itu, mengatakan, mulai tahun 2025 dan seterusnya, truk dan bus baru yang dibuat oleh produsen kendaraan hanya akan mengeluarkan emisi gas buang CO2 yang rata-rata 15 persen lebih sedikit. Kemudian, mulai 2030, akan terus diturunkan menjadi 30 persen lebih sedikit kandungan CO2-nya.

“Ini adalah bagian dari upaya kami menghilangkan emisi karbon di sektor transportasi jalan dan langkah penting untuk mencapai tujuan yang telah kami sepakati berdasarkan Perjanjian Paris. Peraturan yang disepakati hari ini bermakna bahwa antara tahun 2020 dan 2030 kita akan mengeluarkan 54 juta ton CO2 lebih sedikit, sejalan dengan total emisi CO2 tahunan di Swedia,” ungkap Elisabeth Kostinger seperti dikutip dari situs transportasi freightwaves.com, Senin (24/12/2018).

Kesepakatan ini dipandang sebagai bentuk kompromi antara negara-negara seperti Jerman, yang dengan industri manufaktur mobil dan truk yang besar menginginkan target penurunan emisi gas buang yang lebih rendah, dengan sejumlah negara lain seperti Swedia yang bertekad terus mengurangi polusi karbon lebih jauh.

Kesepakatan Dewan Menteri Uni Eropa ini mendapat sambutan beragam dari kalangan industri dan asosiasi. “Mengurangi emisi karbon pada truk sebesar minus 15 persen pada tahun 2025 dan minus 30 persen pada tahun 2030, seperti usulan tersebut akan menjadi tantangan besar bagi industri dan operator (pengusaha angkutan truk),” ungkap Erik Jonnaert, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Otomotif Eropa.

“Produsen truk siap saja mengurangi emisi karbon lebih lanjut, tetapi ini harus dilakukan dengan kecepatan penurunan emisi karbon yang realistis, karena hal itu tidak mungkin diwujudkan dengan teknologi yang saat ini digunakan,” lanjut Erik Jonnaert.

Uni Eropa Sepakat Hapus 30 Persen Emisi Karbon dari Gas Buang Truk di Tahun 2030

 

Penulis: Arieffandi

Leave a Reply

Your email address will not be published.