Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Kini Berbahan Bakar Gas

walikota semarang hendrar prihadi pantau bus bahan bakar gas (foto viva.co.id)

Semarang, MobilKomersial.com – Transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang kini telah berbahan bakar Compressed Natural Gas (CNG). Peralihan BRT Trans Semarang menggunakan gas ini ditandai dengan kerja sama Pemerintah Kota Semarang dan Kota Toyama, Jepang.

Kerja sama dimulai dalam acara Grand Launching Program Converter Gas untuk Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, di Patra Convention Hotel Semarang, Rabu (9/1). Turut hadir Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Wali Kota Toyama, Masashi Mori, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, serta Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi.

Hendrar Prihadi menuturkan bahwa kerja sama konversi bahan bakar solar ke gas antara pemerintah dengan Kota Toyama Jepang, merupakan langkah nyata dalam kesepakatan kerja sama atau MoU pada 14 Desember 2017 silam.

Untuk skema pembiayaan program ini mencapai Rp10 miliar. Meliputi 50 persen bantuan dari Toyama dan 50 persen dari APBD Kota Semarang.

“Konversi bahan bakar solar ke gas di Bus Trans Semarang ini merupakan semangat pemerintah menghadirkan angkutan yang ramah lingkungan,” tutur Hendrar.

Adapun teknologi konverter dengan sistem retrofit yang digunakan, yaitu 70 persen gas dan 30 persen solar. Kedua bahan bakar itu tetap bisa digunakan, namun solar digunakan cadangan. Selain aman dan hemat operasional, biaya bahan bakar gas ini juga lebih murah.

Uji coba program ini sudah dilakukan pada 23 Juli 2017 lalu dengan jarak tempuh bus Trans Semarang 16,5 kilometer menggunakan bahan bakar gas.

“Hasilnya cukup efektif yakni hanya butuh 1,48 liter solar dan 4,0e Lsp gas dengan biaya Rp20.084, patokan harga gas di Jakarta Rp3.100. Sementara itu, jika hanya memakai bahan bakar solar dibutuhkan sebanyak 5,5 liter dengan biaya Rp28.325,” papar Hendrar.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah bekerja sama dengan Pemkot Toyama, Jepang, dalam hal pengkonversian bahan bakar 72 armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.

Sebelumnya, ke-72 armada BRT ini menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar menjadi bahan bakar gas (BBG) jenis Compressed Natural Gas (CNG).

VP Commercial Java PT Pertagas Niaga, Kusdi Widodo, mengatakan di tahap awal ini suplai CNG Envogas dari mobile refuelling unit (MRU), selanjutnya akan disuplai oleh tiga SPBG yang telah tersedia di Kota Semarang yang dibangun Pertamina melalui dana APBN.

“Dengan 72 armada bus Trans Semarang koridor 1, 5, 6 dan 7, diharapkan selain bisa meningkatkan kualitas transportasi juga menyumbang lingkungan yang lebih bersih bagi warga Semarang dan sekitarnya,” ucap Kusdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.