OJK: Beli Kendaraan Kini Bisa DP Nol Persen

All New Ertiga Raih Predikat Mobil dengan Kabin Ternyaman 2018

Jakarta, MobilKomersial.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan peraturan terkait ketentuan uang muka (downpayment/DP) pembiayaan kendaraan bermotor (mobil dan motor). Aturan baru itu yaitu penurunan DP kendaraan bermotor dari sebelumnya paling kecil 5 persen menjadi nol persen dari harga jual.

Regulasi baru itu tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Khusus kisaran uang muka tercantum dalam pasal 20 yang dipublikasikan Kamis (10/1/2019).

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, ketentuan ini berlaku sejak 28 Desember 2018. Dalam regulasi sebelumnya, OJK menetapkan DP untuk motor dan mobil paling rendah 5 persen lalu paling tinggi 25 persen.

Hal itu dilakukan sebagai pancingan OJK agar perusahaan pembiayaan jadi lebih sehat dan tumbuh lebih baik salah satunya sektor industri otomotif yang berkontribusi besar untuk pemasukan negara.

“Itu yang betul-betul tingkat kesehatannya sehat. Dan Nonperforming Finance (NPF) harus di bawah 1 persen. Artinya ini kita memancing tolong NPF mu ini diturunin dan kamu kesehatannya bagus sehingga kamu nanti bisa memberikan DP nol persen. Nah ini supaya lembaga pembiayaannya itu menjadi sehat itu dulu,” kata Wimboh Santoso di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Berdasarkan peraturan tersebut, perusahaan pembiayaan yang memiliki rasio pembiayaan bermasalah (Nonperforming Financing/NPF) netto lebih rendah atau sama dengan satu persen dapat menerapkan ketentuan uang muka untuk seluruh jenis, baik motor dan mobil, sebesar nol persen.

Dijelaskan Wimboh, ketentuan ini adalah opsional sehingga perusahaan pembiayaan yang kondisi keuangannya sehat dapat mengambil manfaatnya ataupun tidak mengambilnya. Ia yakin, ketentuan ini tidak akan meningkatkan rasio NPF menjadi lebih besar lagi.

“Makanya risk management-nya harus bagus. Yang pertama tadi lembaga pembiayaan ya sehat dan juga NPf nya kurang dari 1 persen, ruang dia masih besar sehingga dan ini bukan berarti harus, ini adalah pilihan-pilihan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, data OJK menyebutkan NPF perusahaan pembiayaan pada November 2018 sebesar posisi 2,83 persen. Angka itu lebih rendah dari NPF di Oktober 2018 yakni 3,21 persen. Namun secara rata-rata dari Januari -November 2018 NPF perusahaan pembiayaan di 3,1 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.