Suroboyo Bus Jadi Tolak Ukur Pemkot Surabaya Wujudkan Integrasi Transportasi

Suroboyo Bus Jadi Tolak Ukur Pemkot Surabaya Wujudkan Integrasi Transportasi

Surabaya, MobilKomersial.com – Pemerintah Kota Surabaya tengah menyiapkan program integrasi transportasi menyusul telah beroperasinya Suroboyo Bus. Bus ini nantinya akan dihubungkan dengan angkutan kota yang menjadi feeder atau angkutan pengumpan di perkampungan.

“Sehingga warga yang hendak berpergian dengan kendaraan umum tanpa harus menunggu waktu lama. Sewaktu-waktu ada armada angkutan kota yang bisa dicegat di perkampungan, untuk membawa ke jalan protokol yang dilalui Suroboyo Bus sebagai moda transportasi lanjutan,” kata Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana di Surabaya, Jumat (4/1).

Pemerintah Kota Surabaya saat ini menambah 10 unit armada Suroboyo Bus. Dengan penambahan ini, Pemkot surabaya sudah memiliki 20 bus angkutan umum, 18 di antaranya Suroboyo Bus dan dua unit lagi adalah double decker atau bus bertingkat.

“Pemerintah Kota saat ini menyeriusi dan mematangkan konsep pengembangan operasional Suroboyo Bus yang akan dipadukan dengan angkutan kota,” katanya.

Menurut Whisnu, Suroboyo Bus itu akan menghubungkan Surabaya sisi Selatan dengan Utara. Untuk penghubung Surabaya Timur dan Barat bisa dengan monorail atau elevated yang melintasi track yang dibangun di atas jalan.

“Untuk rute Surabaya Timur ke Barat sementara ini bisa dengan Suroboyo Bus karena untuk membangun track monorail juga butuh waktu serta anggaran yang tidak sedikit,” katanya.

Baca juga : Naik Suroboyo Bus Bayar Tiketnya Tetap Pakai Botol Plastik

Selain itu, lanjut dia, peremajaan armada angkutan kota di Surabaya harus dilakukan supaya pengguna jasa transportasi merasa nyaman yang dilengkapi dengan penyejuk udara. Pemkot sendiri sudah berkomunikasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Surabaya sebagai gabungan organisasi pengusaha angkutan darat berikut paguyuban lyn.

“Sekarang ini ada 80 rute atau trayek lyn. Cuma tidak semuanya efektif. Sesuai koordinasi, rencananya 80 rute dalam kota ini akan dipadatkan menjadi 40 saja. Setelah itu, peremajaan armada angkutan kota bisa dilakukan,” kata Whisnu.

Untuk itu, lanjut dia, pengusaha atau pemilik armada angkutan kota yang sekarang ada tidak perlu mengkhawatirkan sumber pendanaan pengadaan unit baru karena dunia perbankan akan melirik menawarkan pendanaan. Saat ini, lanjut dia, yang sudah memastikan kesanggupan adalah Bank Jatim.

“Cicilan ke bank bisa menggunakan hasil pengoperasian armada baru,” katanya.

Pemkot Surabaya, lanjut dia, juga menjamin pengusaha akan bisa cepat mendapatkan modalnya kembali (break event point) serta keuntungan (margin). Pemilik armada tak perlu mengkhawatirkan kesulitan membayar cicilan sebab sistem pengoperasian armada untuk masuk dan keluar kampung akan ditentukan.

“Awak tiap unit armada Angkota akan mendapatkan subsidi bahan bakar dan pendapatan pengemudi,” katanya.

Prinsipnya, kata dia, armada harus tetap beroperasi masuk dan keluar kampung. Dengan seperti ini, warga yang akan berpergian tidak menunggu lama, dan awak angkutan kota tidak akan gegeran lagi dengan ojek daring.

“Jadi warga di kampung bisa memilih sendiri moda transportasi yang dikehendaki,” kata Whisnu.

Bahkan, Whisnu membayangkan pemilik armada angkutan kota akan berkreasi menciptakan kenyamanan dengan mendesain interior mobil dengan pernak-perniknya. Bahkan musik yang mampu menguatkan kesan nyaman.

Menurut Whisnu, ada syarat yang dibebankan ke pengusaha atau pemilik armada angkutan kota yakni harus memiliki badan hukum. Untuk badan hukum tidak harus Perseroan terbatas (PT), melainkan pemilik armada bisa membentuk koperasi.

“Koperasi ini yang akan memberikan jaminan pemberian kredit kepemilikan kendaraan. Yang menjamin pencairan dari pihak bank,” kata Whisnu yang disebut banyak pihak sebagai calon terkuat wali kota Surabaya.

Keberadaan koperasi juga menyediakan suku cadang yang pembayarannya bisa dengan cara mencicil. “Tadi kan rencananya cuma ada 40 rute. Misalkan tiap satu rute ada dua bengkel khusus armada angkutan kota. Ini kan sudah membuka peluang kerja. Ada tenaga mekanik, bisa dari lulusan SMK Jurusan mesin yang terserap,” katanya.

 

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.