MobilKomersial.com – Mudik menggunakan mobil masih manjadi pilihan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.  Namun mengemudi jarak jauh merupakan kegiatan yang melelahkan. Pengemudi harus menjaga konsentrasi selama berjam-jam. Jadi perlu Istirahat. Hal ini untuk mengembalikan stamina, konsentrai dan daya reflek saat mengemudi.

Menurut Rifat Sungkar, Pendiri Rifat Drive Labs, ketika berkendara tanpa berhenti alias tidak dalam kondisi macet, maksimal hanya tiga jam, setelah itu disarankan untuk beristirahat.

Lakukan istirahat 15 menit setelah berkendara selama 3 jam untuk sekadar mengisi ulang tenaga dan menarik napas. “Kita bukan robot dan itu adalah body hour kita. Jangan pernah memaksa dan ngotot. Istirahat itu alamiah. Lebih baik sabar sedikit daripada membahayakan diri sendiri atau orang-orang di sekitar.”

“Saya imbau agar Anda tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa saat melakukan mudik. Ada tiga hal yang perlu Anda perhatikan dan persiapkan dengan baik, yaitu preparation, reaction, dan anticipation,” ungkap Rifat.

Sebenarnya, istirahat bukan hanya untuk tubuh saja, namun juga untuk mesin dan juga ban kendaraan. Jika ban mobil dipaksa terus berjalan berjam-jam, ada kemungkinan dalam kecepatan tinggi akan terjadi ban pecah. Dan ini sangat berbahaya. Lebih baik dinginkan dulu ban dan mesin, sambil memulihkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

Jangan berpikiran untuk cepat sampai tujuan, jangan tergesa-gesa, yang penting bisa sampai tujuan dengan selamat.

Share :

Jangan Beli Mobil Bekas yang Berumur Lebih dari 7 Tahun, Ini Alasannya

Mobil bekas saat ini bisa menjadi alternatif masyarakat yang memiliki budget pas-pasan namun ingin memiliki mobil.

Read More
Mobil Tidak Pernah Menyala di Rumah Saja, Perlukah Diganti Oli Mesinnya?

Tentunya jika mobil lama tidak digunakan apalagi tidak pernah dinyalakan sama sekali akan terjadi pengendapan oli mesin di bagian bak penampang oli atau carter.

Read More
Jangan Sembarangan Bersihkan Ruang Bakar, Ini yang Baik Bagi Mesin Kendaraan

Banyak yang salah kaprah tentang aplikasi carbon clean ke ruang bakar, dalam jangka panjang, liquid atau cairan yang bersifat keras atau merusak tersebut dapat mengikis internal mesin

Read More