Pikap rakitan Cikande, Serang, Banten ini menggunakan mesin SFD 1.300 cc dengan tenaga 75 hp dan torsi 190 Nm yang sudah teruji tangguh dan bandel di berbagai kondisi.

Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 akan mengajak DFSK Super Cab untuk menempuh jarak 50 ribu kilometer, dengan rute Lembang - Cileunyi - Nagreg - Kuningan - Tol Babakan - Slawi - Guci - Tegal - Tol Cipali - Subang - Lembang sejauh 560 kilometer per hari.

Simak juga : Geliat Super Cab Diantara SUV DFSK di IIMS 2019

Nantinya DFSK Super Cab akan melewati berbagai jenis kontur jalan, dan melihat sejauh mana efek penggunaan biodiesel (solar) B30 terhadap mesin.

"Kami berharap hasil uji coba ini juga bisa menjadi acuan DFSK untuk menghadirkan kendaraan yang lebih baik, lebih sesuai dengan masyarakat Indonesia, namun tetap dengan harga yang terjangkau,” tutup Franz Wang.

Sebagai informasi, Biodiesel B30 merupakan salah satu bentuk inovasi bahan bakar solar dengan perpaduan antara 70 persen minyak solar dengan 30 persen minyak nabati atau nama lainnya fatty acid methyl ester (FAME).

Saat ini solar yang ada di Indonesia masih di tahap pencampuran 20 persen FAME atau yang lebih dikenal dengan nama biosolar B20.

Share :

Hyundai Sulap Pikap H-100 Jadi Rumah Bagi Traveller

Salah satu mobil modifikasi pikap atau motorhome dari Hyundai H-100 ini bisa jadi sesuai dengan mimpi para traveler

Read More
Mengintip Spesifikasi DFSK Super Cab Ambulans Racikan Karoseri API

DFSK Super Cab Ambulans baru saja meluncur untuk pasar otomotif di Indonesia dan sudah bisa dipesan di seluruh jaringan resmi yang tersebar di seluruh di Indonesia.

Read More
DFSK Hadirkan Super Cab Ambulans, Punya Dimensi Lebih Luas

PT Sokonindo Automobile bersama PT Ambulance Pintar Indonesia membuat inovasi dengan menghadirkan varian baru berwujud ambulans dengan menggunakan kendaraan niaga ringan, DFSK Super Cab.

Read More