Faktor safety pada sarana transportasi massal merupakan salah satu hal yang paling utama untuk diterapkan yang salah satunya adalah faktor kekuatan kursi penumpang. Serta kekuatan kursi tersebut terpasang pada struktur bus.

Dengan melihat beberapa kasus kecelakaan angkutan massal bus seperti yang terjadi pada kecelakaan bus di Cikidang, Sukabumi dan Cisarua, Puncak, Bogor. Pada insiden itu,  kursi – kursi penumpang hampir semua terlepas saat terjadi kecelakaan sehingga mengakibatkan banyaknya korban luka maupun meninggal. 

Pihaknya akan terus berinovasi dan berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan industri transportasi darat untuk terus mengembangkan produk bus yang memprioritaskan keamanan para penumpang. 

Simak juga : Wuih, Laksana Eksport Bus lagi nih. Kemana Ya?

Laksana, selaku produsen sarana transportasi massal selalu mengutamakan safety yang tinggi demi menciptakan produk bus dengan kualitas yang aman dan terpercaya. 

"Oleh karena itu kami terus meningkatkan standar keamanan produk kami dengan menerapkan standar safety tingkat dunia pada setiap bus yang kami produksi," tutur Arman.

Share :

Tahun 2024, Pemerintah Akan Operasikan Bus Otonom di Ibukota Baru

Pemerintah Indonesia berencana akan mengoperasikan kendaraan otonom atau kendaraan tanpa sopir di ibu kota baru, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Read More
Mandatori B30, IPOMI Khawatir Rogoh Kocek Ekstra untuk Perawatan Bus

Penerapan program biodiesel 30 persen atau B30 yang baru saja dicanangkan membuat para pengusaha bus harap-harap cemas.

Read More
Genap Berusia 16 Tahun, Simak Sejarah Lahirnya Transjakarta

Melihat sejarahnya, Transjakarta pertama kali resmi beroperasi secara gratis pada 15 Januari 2004 selama dua minggu dengan mengujicoba satu koridor yaitu Blok M - Jakarta Kota.

Read More