Jakarta, MobilKomersial.com - Pada kendaraan, suhu temperatur pada mesin tinggi bisa menyebabkan beberapa masalah serius. Satu di antaranya dikenal dengan istilah engine overheat. 

Pada kondisi ini, suhu mesin kendaraan sangat panas akibat suhu pembakaran tidak didinginkan secara optimal. Hal ini bisa mengakibatkan rusaknya komponen pada mesin kendaraan.

Jika dibiarkan atau dianggap sepele, maka akan fatal akibatnya, yaitu mesin kendaraan bisa mati karena tidak berfungsinya sebagian komponen mesin kendaraan, seperti piston yang terkunci atau klep yang bengkok akibat pemuaian. 

Lantas, apa saja hal-hal yang dianggap sepele, namun bisa bikin kendaraan engine overheat?

Baca juga : Kenali Langkah Merawat Mesin Diesel Turbo Agar Terhindar Dari Kerusakan

Menanggapi hal tersebut, Departement Manager Denso Sales Indonesia, Reinard Winardi mengungkap bahwa, terdapat beberapa hal sepele yang sering diabaikan, namun bisa menjadi penyebab engine overheat, yaitu:

1. Motor fan mati. Untuk mendinginkan radiator, dibutuhkan sirkulasi udara yang dihasilkan oleh motor fan. Jika motor fan mati, maka tidak ada aliran udara yang mendinginkan coolant pada radiator. 

Sehingga suhu mesin akan tetap panas karena coolant tidak dapat mendinginkan suhu mesin. Akibatnya, temperatur di ruang bakar mesin tetap panas dan dapat mengakibatkan overheat pada mesin.

2. Radiator Cap rusak/tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Biasanya karena usia pakai. Hal ini disebabkan oleh salah satu komponen bahan dari cap (tututp) radiator berbahan dasar karet menjadi getas karena terkena panas coolant sehingga tidak bisa mengatur tekanan di dalam radiator. 

Dalam konteks lain, cap radiator harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Jika tidak sesuai, maka valve di cap radiator tidak akan terbuka ketika tekanan radiator tinggi yang diakibatkan suhu mesin yang panas. Hal ini bisa menyebabkan engine overheat karena sirkulasi coolant tidak bekerja maksimal.

Simak juga : Langkah yang Harus Dipersiapkan Pemilik Mobil Memasuki Musim Hujan

3. Radiator Bocor. Biasanya disebabkan oleh korosi pada kisi-kisi radiator. Ini dikarenakan radiator diisi oleh air selain air radiator (coolant). Kandungan oksigen dalam air bertemu dengan logam dan terjadilah reaksi kimia yang mengakibatkan korosi. Karena korosi tersebut, radiator yang berbahan logam akan terkikis dan menyebabkan kebocoran.

Pada kebocoran ini, coolant menjadi terbuang sehingga tidak cukup untuk mendinginkan suhu mesin kendaraan. Kalau coolant tidak mendinginkan mesin dalam waktu yang lama, artinya mesin dalam keadaan yang panas, maka bisa terjadi overheat.

4. Air radiator habis. Air radiator (coolant) bisa habis karena penguapan akibat suhu mesin yang panas. Atau, terdapat kebocoran pada sistem sirkulasi radiator. 

Hal ini dapat menyebabkan sistem sirkulasi di radiator tidak bekerja optimal. Jika air radiator menjadi sedikit, bahkan habis, maka suhu di mesin tidak dapat didinginkan. Lalu, yang terjadi adalah percepatan engine overheat.

Pria yang berkantor di daerah Jalan Gaya Motor, Sunter ini menambahkan, sebagai pengendara, kita wajib melakukan pengecekan dan perawatan kendaraan secara berkala. 

Jangan tunggu kendaraan rusak, baru datang ke bengkel. Lakukan preventive action untuk mengurangi risiko kerusakan saat di perjalanan. 

Share :

Dalam Keadaan Darurat, Begini Cara Gunakan Tombol Darurat Grab dan Gojek

Selain tombol darurat, kedua platform transportasi online ini juga memiliki fitur keselamatan lain yaitu 'Bagikan Informasi Perjalanan' (Share My Ride).

Read More
Warna Cat Pengaruhi Harga Mobil, Benarkah?

Banyak isu yang sering beredar di masyarakat, mengenai harga mobil yang berbeda karena warnanya.

Read More
Ini Bahayanya Jika Terlalu Sering Isi BBM Ketika Indikator Menyentuh 'E'

Sebaiknya jangan membiasakan mengisi BBM saat indikator berada di E

Read More