Bengkulu, MobilKomersial.com - Citra angkutan bus yang jauh dari 3K yakni Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan, harus diubah.

Hal tersebut akan menjadikan bus sebagai pilihan moda transportasi masyarakat, juga akan memanfaatkan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah.

PT SAN Putra Sejahtera atau dikenal dengan Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa (PO SAN) ini bercita-cita ingin mengubah citra bus menjadi jauh lebih baik dari pada citra yang ada selama ini.

Bahkan perusahaan angkutan bus yang sudah mulai dirintis tahun 1978 oleh sang Founder H Hasanuddin Adnan, dengan bus premiumnya ingin citra layanan bus setingkat dengan moda transportasi lain seperti pesawat terbang dan kereta api.

Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan, mengatakan, pihaknya menyadari, ada banyak faktor yang membuat moda transportasi bus belum menjadi pilihan utama bagi masyarakat.

Menurutnya, kondisi di jalan raya yang macet, armada yang dinilai kurang layak, sumber daya manusia yang dinilai kurang mengedepankan pelayanan, membuat bus tidak bisa bersaing dengan moda angkutan lain.

"Dan akhirnya masyarakat meninggalkan bus. Dengan demikian perlu terus dilakukan pembenahan,” kata pria yang akrab disapa Sani di Bengkulu, Minggu (1/12/2019).

Sani menambahkan, pembenahan ini juga memperbaiki citra bus secara umum, sehingga masyarakat bisa mendapatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan selama perjalanan dengan bus.

Share :

Tahun 2024, Pemerintah Akan Operasikan Bus Otonom di Ibukota Baru

Pemerintah Indonesia berencana akan mengoperasikan kendaraan otonom atau kendaraan tanpa sopir di ibu kota baru, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Read More
Mandatori B30, IPOMI Khawatir Rogoh Kocek Ekstra untuk Perawatan Bus

Penerapan program biodiesel 30 persen atau B30 yang baru saja dicanangkan membuat para pengusaha bus harap-harap cemas.

Read More
Genap Berusia 16 Tahun, Simak Sejarah Lahirnya Transjakarta

Melihat sejarahnya, Transjakarta pertama kali resmi beroperasi secara gratis pada 15 Januari 2004 selama dua minggu dengan mengujicoba satu koridor yaitu Blok M - Jakarta Kota.

Read More