Jakarta, MobilKomersial.com - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyatakan ketidaksepakatannya terhadap permintaan Kementerian Perindustrian untuk menunda kebijakan menghapus truk-truk over dimensi dan over load (ODOL) di jalan pada tahun 2021.

Wakil Ketua Umum Aptrindo, Kyatmaja Lookman menyatakan, pihaknya kurang sepakat atas permintaan Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi untuk menunda Zero ODOL hingga 2023-2025.

Permintaan tersebut ditulis melalui surat bernomor 872/M-IND/12/2019 bertanggal 31 Desember 2019.  

Kyatmaja menjelaskan, dirinya mengaku heran dengan dalih yang disampaikan Menteri Perindustrian melalui surat tersebut.

"Artinya gak ada sinkronisasi di dua Kementerian itu. Kami harap program Zero ODOL dijalankan sesuai rencana saja," ucapnya saat dihubungi MobilKomersial.com via whatsapp, Rabu (15/1/2020).

Simak juga : Kemenperin Minta Kebijakan Truk Zero ODOL Ditunda Hingga 2025

Foto: Jajaran Pengurus Aptrindo bersama Menhub Budi Karya Sumadi

Menurut dia, dari surat Menperin yang diantara poinnya adalah kebijakan Zero ODOL bakal berdampak pada industri nasional adalah alasan klasik.

"Sebenarnya barang-barang yang minta dikecualikan di surat Menperin kemarin itu pernah juga berhubungan sama Menhub 2-3 tahun lalu. Mereka sudah diberikan waktu selama 1 tahun. Saya ingatkan Pak Dirjen Darat kala itu, Pak tolong minta ke mereka action plan, kalau tidak nanti lupa ingatan. Bener sekarang lupa ingatan, minta dukungan dari Kemenperin," ungkap Kyatmaja.

Kyatmaja menambahkan, program Zero ODOL sebenarnya sudah lama digaungkan, namun hingga saat ini tidak pernah selesai.

"Jadi sebenarnya program ODOL ini sudah lama sekali gak selesai-selesai. Nanti jangan-jangan kalau ini disetuji pula maka Mendag juga keluarkan surat di tahun 2024 ke 2029. Apa kata dunia," tutur CEO perusahaan logistik Lookman Djaja Group itu.

Simak juga : Tol Layang Japek II Elevated Dibuka, Pengusaha Truk Sumringah

Untuk itu, ia pun menyarankan, agar wewenang kebijakan Zero ODOL harus tegas dan tetap dijalankan,namun dengan beberapa hal yang harus diperbaiki.

"Nah itu dia, tegas-tegas aja tapi memang ada beberapa hal juga harus diperbaiki, seperti JBI (jumlah berat yang diizinkan) dijadikan seperti JBB (jumlah berat bruto). Selain itu juga sarana kendaraan yang bisa muat lebih berat, dan sebagainya," tutupnya.

Share :

UD Trucks Targetkan Bisa Jual 350 Unit Kuzer di 2020

Astra UD Trucks, tahun ini menargetkan penjualan Light Duty Truck (LDT) atau truk ringan Kuzer sebanyak 350 unit.

Read More
UD Trucks Jamin Kendaraannya 'Tak Masalah' Konsumsi B30

pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menerapkan mandatori B30 yang sejatinya akan diimplementasikan pada awal 2020.

Read More
Ikut GIICOMVEC 2020, Astra UD Trucks Akan Hadirkan Truk Medium Duty Baru

Puluhan brand ternama dari industri kendaraan komersial telah menyatakan keikutsertaaanya dan beberapa diantaranya akan mempersiapkan produk terbaik dan terkininya untuk dipamerkan selama GIICOMVEC 2020.

Read More