Jakarta, MobilKomersial.com - Keinginan warga DKI Jakarta untuk memiliki transportasi massal yang aman, nyaman dan terjangkau kini telah terwujud.

Ya, sejak 16 tahun lalu, tepatnya 15 Januari 2004, transportasi publik berbasis jalan lahir di Ibukota, Transjakarta namanya.

Tak terasa, dalam belasan tahun, bus yang populer disebut busway ini dirancang dan bertransformasi sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas warga Jakarta yang sangat padat. 

Sistem Tranportasi Bus Rapid Transport (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Asia Selatan ini mengadopsi sistem transportasi yang sama di Kota Bogota, Kolombia. 

Baca juga : Awal Februari, Transjakarta Wajibkan Pelanggan Tap In di Bus GR dan Bus Wisata

Melihat sejarahnya, Transjakarta pertama kali resmi beroperasi secara gratis pada 15 Januari 2004 selama dua minggu dengan mengujicoba satu koridor yaitu Blok M - Jakarta Kota. 

Saat itu, belum ada kemitraan penyedia transportasi yang bekerja sama antara pihak swasta dan pemerintah.

Selain itu juga pembinaan oleh pemerintah masih belum maksimal dan masih berorientasi pada keuntungan semata.

Baru pada 2004-2014, Transjakarta mulai dikelola oleh Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perhubungan. Saat ini busway hanya beroperasi di jalur khusus dan berorientasi pada operasional.

Share :

Bus Wisata 'Gatrik' Siap Bawa Wisatawan Plesiran Kota Ciamis

Bus yang serupa dengan Bandros di Bandung ini akan menjadi sarana untuk memperkenalkan tempat-tempat wisata yang ada di Ciamis.

Read More
Damri Pastikan Bus Menuju Bandara Soekarno-Hatta Tetap Beroperasi

Perum Damri memastikan bus dari dan ke Soekarno - Hatta tetap beroperasi normal meski curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir di Jakarta dan sekitarnya sejak pagi ini, Selasa (25/2/2020).

Read More
Mengupas Spesifikasi Bus Double Decker yang Diekspor ke Bangladesh

Sebanyak 10 unit bus tingkat dengan bodi tipe Legacy SR2 Double Decker karya Ungaran, Jawa Tengah ini telah diekspor ke Bangladesh.

Read More