Surabaya, MobilKomersial.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan penarikan petugas pemantau yang sebelumnya ditempatkan di 19 titik akses pintu masuk Kota Surabaya. Langkah ini bertujuan untuk evaluasi posko sterilisasi yang sebelumnya melakukan aktivitas penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan suhu tubuh.

Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, M. Fikser mengatakan, penarikan petugas yang sebelumnya ditempatkan di posko sterilisasi pada 19 titik akses pintu masuk Surabaya ini dalam rangka dilakukan evaluasi.

"Aktivitas yang sebelumnya dilakukan itu adalah melakukan penyemprotan disinfektan kepada kendaraan atau pengendara dan pemeriksaan suhu tubuh," kata Fikser.

Fikser menjelaskan, upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya dengan menempatkan petugas di 19 titik akses pintu masuk Kota Pahlawan itu, rupanya dianggap belum ada koordinasi dan menimbulkan kesalahan persepsi. Karenanya, pihaknya kemudian melakukan evaluasi.

"Padahal yang dilakukan di sana bukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tidak. Yang dilakukan di sana, yakni memberikan imbauan-imbauan dan langkah-langkah itu (pencegahan Covid-19)," jelasnya.

Baca juga : Cegah Corona Meluas, 19 Akses Jalan Masuk ke Kota Surabaya Ditutup

Menurutnya, jika Pemkot Surabaya menerapkan PSBB, tentunya akses pintu masuk ke Surabaya akan lebih ketat. Selain itu, jika PSBB diterapkan, pastinya pengalihan arus lalu lintas juga dilakukan.

"Tapi kan tidak, semua akses keluar masuk (Surabaya) tetap terbuka. Hanya berupa imbauan-imbauan, penyemprotan, dan pemeriksaan suhu tubuh sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus," ujarnya.

Share :

Jelang New Normal, Korlantas Polri Ajak Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Saat Berkendara

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Drs. Istiono, M. H melakukan pemantauan di Pos Pengamanan Penyekatan KM 47 Tol Cikampek arah Jakarta pada Kamis

Read More
Kemenhub Siapkan Langkah Antisipasi Hadapi Potensi Puncak Arus Balik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi adanya potensi lonjakan arus balik pada masa pasca Idul Fitri 1441 H yang diprediksi terjadi antara tanggal 30 Mei 2020 s.d 1 Juni 2020.

Read More
Ikuti Kebijakan New Normal, Begini Aturan Saat Naik Ojek Online

Mengikuti kebijakan itu, pengemudi ojek online (ojol) seperti Grab dan Gojek turut mempersiapkan diri untuk memasuki era new normal yang akan dipakai bagi driver ketika membawa penumpang.

Read More
honda

Terkini

Terpopuler