Bagaimana mengetahui kepemilikannya? dikutip dari imotorium.com, kepemilikan bisa dicirikan dari nomor body bus tersebut. Semisal dari nomor 26x jika x (akhiran) nomor adalah angka 1, maka bus milik Ketua dari PT ALS tersebut.

Selanjutnya, jika nomor ujungnya 2 diketahui itu milik keluarga H. Kolol. Nomor ujung 5 milik keluarga Japarkayo. Nomor ujung 7 milik keluarga Raja Ali Lubis. Nomor ujung 8 punya keluarga Abdul Wahab Lubis. Dan masih banyak nomor lain dari keluarga yang berbeda.

BACA JUGA: PO Efisiensi, dari Bus Pariwisata Sampai Rajai Jalur Selatan

Kini, ALS sudah tidak membuka lagi trayek ke Banda Aceh, dikarenakan ekspansi PO asal Aceh yang kuat sekali dalam mengadakan armada baru.

Seolah sudah menjadi sebuah tradisi, ALS pun berusaha mengikuti tren zaman sekarang dengan me-regenerasi armadanya. Walalupun beberapa masih beroperasi seperti Mercedes-Benz 1518, 1521 dan 1525, mereka tetap berani dan menjamin akan selalu sampai tujuan.

Kini bus chassis Mercedes-benz 1525 dan 1836 hanya melayani trayek seperti Medan-Padang, Medan-Pekanbaru, dan Medan-Palembang. Namun tidak menghilangkan ciri khasnya dengan tetap menjadikan trayek Medan-Jember sebagai trayek terjauh mereka yang dimiliki saat ini.

 

Share :

Lebih Dekat dengan IARS, Komunitas Pecinta Miniatur Bus yang Eksis Hingga Kini

IARS adalah sebuat wadah yg terdiri dari sekumpulan penyuka, pengkoleksi miniatur bu plus sekaligus para pengrajinnya.

Read More
Melongok Perjalanan 50 Tahun Mercedes-Benz di Indonesia

2020 menjadi bersejarah bagi PT Mercedes-Benz Indonesia, karena genap 50 tahun mobil pabrikan Jerman itu melayani mobilitas masyarakat Indonesia

Read More
Mengenal Tsunehiro Kunimoto, Pria di Balik Desain Dynamic Shield Mitsubishi

Mitsubishi Motors saat ini sukses menciptakan sebuah ciri khas pada setiap produk-produknya yaitu dengan mengadopsi konsep desain Dynamic Shield.

Read More
honda

Terkini

Terpopuler