Jakarta, MobilKomersial.com - Wabah pandemi COVID-19 yang telah menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, membuat perusahaan otomotif mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas penjualan maupun layanan.

Hal itu juga dijalankan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) yang sudah mengambil sejumlah langkah dalam menghadapi situasi pandemi ini, salah satunya memastikan tidak ada kenaikan harga kendaraan-kendaraan khususnya buatan lokal.

Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT SIS mengatakan, pihaknya berusaha sekuat tenaga untuk menahan harga mobil-mobil completely knock-down (CKD/rakitan Indonesia) pada masa pandemi di Nusantara yang dimulai sejak Maret 2020. 

"Pernyataan ini kami buat terkait kondisi fluktuasi nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp 16.000-an per dollar AS pada pertengahan Maret hingga pertengahan Juni," ucapnya beberapa bulan lalu.

Baca juga : Ekspor CBU Suzuki Tumbuh di Tengah Covid-19, Ertiga dan New Carry Jadi Penyokong Utama

Di lain sisi, Harold Donel, Head of 4W Brand Development & Marketing Research PT SIS menjelaskan bahwa, Suzuki mencoba untuk tidak menaikkan harga jual mobil-mobilnya.

"Terkait harga, Suzuki mencoba tidak naik harga (untuk model-model CKD). Kenaikan hanya pada Jimny di April. Sisanya model lain tidak ada kenaikan harga," ungkap Harold dalam NGOVID bersama Forwot belum lama ini.

Share :

Triton, L300 dan Pajero Sport Pimpin Pasar di Sumatera

Pencapaian tersebut didasari oleh aktifnya MMKSI mengadakan beragam kegiatan kreatif.

Read More
New Carry Pick Up Masih Pimpin Penjualan Suzuki di Bulan Juni 2020

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mencatatkan peningkatan pangsa pasar yang cukup baik di bulan Juni 2020.

Read More
Baru 24%, Daihatsu Gandeng MAXXIO Ajak Konsumen Recall Gran Max dan Luxio

PT Daihatsu Astra Motor (ADM) mengumumkan informasi terbaru terkait kampanye perbaikan (recall) untuk penggantian komponen Connecting Rod mesin Gran Max 1.5L dan Luxio pada November 2019 lalu.

Read More