Malang, MobilKomersial.com - Operasi Patuh yang diberlakukan serentak di seluruh Indonesia telah berjalan selama 10 hari. Selama melakukan kegiatan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Malang Kota telah mengeluarkan sebanyak 917 surat atau lembar tilang.

“Jumlah tersebut merupakan total hasil seluruh Operasi Patuh Semeru 2020 yang dilakukan serentak di wilayah Kota Malang, baik yang dilakukan oleh Satlantas Polresta Malang Kota maupun polsek jajaran,” terang Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution.

AKP Rama menjelaskan, dari 917 lembar tilang yang dikeluarkan, pelanggaran lalu lintas banyak didominasi oleh pengendara roda dua.

“Berdasarkan jumlah tersebut, 80 persen banyak diberikan kepada pengendara roda dua. Sisanya, diberikan kepada pengendara roda empat,” jelas dia.

Dirinya juga menguraikan, jenis pelanggaran yang paling banyak adalah para pengendara tidak memiliki SIM.

“Serta, banyak yang melanggar rambu atau marka jalan serta tidak memakai sabuk pengaman,” kata dia.

Meski demikian, para pengendara kendaraan bermotor masih tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan ketika berkendara.

“Kami lihat para pengendara dan penumpang kendaraan bermotor, baik roda dua dan roda empat telah tertib untuk selalu memakai masker,” ujar dia.

Pada kesempatan tersebut, AKP Rama menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap selalu mematuhi aturan dan etika berlalu lintas.

“Kami tidak pernah bosan untuk mengingatkan masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas. Karena kecelakaan lalu lintas, berawal dari pelanggaran tertib berlalu lintas,” imbuh dia.

Selain itu, pihaknya juga selalu mengerahkan personil Dikyasa di tiap kegiatan operasi. Untuk memberikan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) bagi para pelanggar. 

“Hal ini dilakukan agar mereka tidak mengulang kembali pelanggaran lalu lintas,” tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polresta Malang Kota resmi memberlakukan Operasi Patuh Semeru 2020. Operasi yang dilakukan mulai 23 Juli sampai 5 Agustus tersebut menitikberatkan pada penindakan pelanggaran lalu lintas, antisipasi arus mudik Idul Adha 1441 H dan pendisiplinan penerapan protokol kesehatan.

Jenis-jenis pelanggaran lalu lintas yang dimaksud adalah tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), pengendara menggunakan ponsel saat berkendara, kendaraan yang melaju melebihi batas kecepatan, pengendara roda empat atau lebih yang tidak menggunakan safety belt, kendaraan muatan berlebihan (over dimention over load), kendaraan melawan arus dan pengendara di bawah umur.

 

(Denny)

Share :

Mitsubishi Hadirkan Layanan Jual Beli Mobil Bekas Diamond Smart Auto

Layanan Diamond Smart Auto menyediakan berbagai pilihan mobil bekas berkualitas dengan berbagai macam model, tahun produksi serta jenis transmisi.

Read More
Tingkatkan Mutu Produk, Daihatsu Gelar Konvensi Inovasi Bagi Karyawannya

Program ini dibuat sebagai ajang kompetisi antar karyawan dan divisi dalam menunjukkan hasil inovasi pada setiap proses di area kerja masing-masing.

Read More
Giat Kampanyekan Ayo Pakai Masker, Jasa Marga Tambah Jenis Armada

Melalui anak usahanya PT Jasamarga Gempol Pasuruan (JGP), pengelola Jalan Tol Gempol-Pasuruan, kembali meluncurkan kampanye Ayo Pakai Masker dengan menggunakan sticker berbentuk masker pada armada Ambulans

Read More
honda

Terkini

Terpopuler