Jakarta, MobilKomersial.com - Salah satu moda transportasi pilihan masa kini adalah bus. Selain durasi perjalanan yang kini menjadi lebih singkat setelah adanya tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, kenyamanan saat menaiki bus juga menjadi pilihan terbaik, terutama setelah adanya berbagai macam pilihan kelas bus, mulai dari VIP Class hingga Suites Class.

Sebagai kendaraan yang setiap hari beroperasi, ditambah jarak tempuh hingga ratusan kilometer, bus pasti membutuhkan perawatan rutin. Salah satu komponen yang harus sering diperhatikan adalah mesin. Karena mesin bekerja ekstra keras dalam sekali perjalanan.

Mesin pada bus tentunya juga membutuhkan servis dan penggantian oli secara berkala. Nah, kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengganti oli pada bus?

Seperti halnya ukuran bus dan mesin bus yang lebih besar dari mobil biasa, tentunya volume penggunaan oli pada bus lebih banyak, dan pastinya biaya yang dibutuhkan juga lebih besar.

Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan, yang juga pemilik PO SAN menjelaskan bahwa, penggantian oli bus berdasarkan pencapaian KM. Untuk masa penggantian tergantung spek mesin dan juga tipe oli yang dipakai.

“Rata-rata bus sudah menggunakan API Service yang CI dan semi syntetic dimana bisa mencapai 15 ribu s/d 20 ribu KM masa penggantiannya. Untuk harga oli rata-rata diharga Rp 30 sampai 45 ribuan/liter,” ujar pria yang akrab disapa Sani itu.

Nah, untuk sasis yang banyak digunakan oleh perusahaan otobus di Indonesia, yakni Hino RK8 yang bermesin turbodiesel 6 silinder berkapasitas 7.684 cc, tenaga 260 dk dan torsi 750 Nm, mesin bus ini memiliki kapasitas oli mesin sebanyak 12,7 liter.

Dari jumlah volume oli yang dibutuhkan dari sasis tersebut, dapat kita gambarkan berapa jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik PO. Sebutlah harga oli jenis diesel great menengah di kisaran Rp 40.000 per liter.

Nah, sekali ganti oli, sasis Hino RK8 membutuhkan biaya sebesar Rp 508.000 ini hasil dari kalkuasi Rp 40.000 x 12,7 liter. 

Meskipun pergantian oli didasari dari jam operasional maupun jarak tempuh bus tersebut, umumnya oli diganti saat sudah menempuh puluhan ribu kilometer.

Dari perhitungan tersebut, bisa dikatakan biaya ganti oli untuk satu unit bus cukup mahal, apalagi jika sebuah PO memiliki bus lebih dari satu unit, ditambah jika ada penggantian suku cadang lain yang tentunya membutuhkan biaya yang lebih besar. Pastinya, biaya perawatan dan operasional bus tidaklah murah.

(Denny)

Share :

Volvo Luncurkan Bus Tingkat 9700 DD, Siap Beroperasi di Kawasan Eropa

Volvo Buses akan meluncurkan generasi baru bus tingkat Volvo 9700 DD untuk pengoperasian di kawasan Eropa.

Read More
Tanggapan Operator Bus Soal Kenaikan Tarif Tol

Sejumlah ruas tol di wilayah Jawa telah mengalami kenaikan tarif yang berlaku sejak Minggu, 17 Januari 2021.

Read More
Plesiran ke Yogyakarta Kini Bisa Naik Damri, Ini Rutenya

Damri bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan membuka layanan trayek angkutan antarmoda Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Read More