Jakarta, MobilKomersial.com - Pemerintah berusaha lebih serius lagi dalam melakukan pengawasan operasional bus pariwisata yang beroperasi di Tanah Air agar kasus-kasus kecelakaan fatal melibatkan bus pariwisata seperti terjadi di berbagai daerah seperti Puncak, Jawa Barat, dan di Cikidang, Sukabumi, yang menelan puluhan korban tewas, bisa diminimalisir.

Agar upaya ini efektif, Kementerian Perhubungan berusaha melibatkan peran serta masyarakat melakukan pengawasan langsung terhadap bus-bus pariwisata yang ada. Caranya adalah dengan memberikan penyadaran kepada mereka bahwa masyarakat sebagai konsumen atau pengguna bus pariwisata, berhak tahu lebih dulu kondisi kelayakan bus sebelum memutuskan menyewa bus tersebut untuk keperluan berwisata, ziarah atau keperluan lainnya.

 

Baca juga : JA Connexion Perum PPD Kini Layani 8 Rute

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, sebagai konsumen, masyarakat berhak mengecek kelengkapan bus yang akan disewanya. Misalnya, SIM pengemudi, STNK berikut pajaknya apakah mati atau hidup serta kelayakan bus untuk beroperasi lewat surat uji kir-nya.

Tak hanya itu, calon penyewa juga berhak melihat wujud kondisi fisik dan kelengkapan bus secara visual, seperti kondisi ban apakah sudah gundul dan lain-lain.

“Masyarakat berhak mengetahui kondisi bus yang akan disewanya dengan memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan, SIM, KIR dan lain-lain.  Kalau ternyata tidak sesuai, tolak saja busnya,” tegas Budi Setiyadi.

 

Share :

Jangan Beli Mobil Bekas yang Berumur Lebih dari 7 Tahun, Ini Alasannya

Mobil bekas saat ini bisa menjadi alternatif masyarakat yang memiliki budget pas-pasan namun ingin memiliki mobil.

Read More
Mobil Tidak Pernah Menyala di Rumah Saja, Perlukah Diganti Oli Mesinnya?

Tentunya jika mobil lama tidak digunakan apalagi tidak pernah dinyalakan sama sekali akan terjadi pengendapan oli mesin di bagian bak penampang oli atau carter.

Read More
Jangan Sembarangan Bersihkan Ruang Bakar, Ini yang Baik Bagi Mesin Kendaraan

Banyak yang salah kaprah tentang aplikasi carbon clean ke ruang bakar, dalam jangka panjang, liquid atau cairan yang bersifat keras atau merusak tersebut dapat mengikis internal mesin

Read More