Jakarta, MobilKomersial.com – Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, secara total, produk-produk Honda yang mendapat relaksasi PPnBM mencatatkan peningkatan penjualan hingga 265% dibandingkan bulan Februari. 

Baca juga: Tampil di IIMS Hybrid 2021, Honda Hadirkan 4 Mobil Baru plus Program Penjualan Menarik

”HR-V 1.5 mencatat peningkatan penjualan tertinggi, disusul oleh Brio RS, Mobilio, dan BR-V. Sementara itu, kami juga mencatat peningkatan permintaan untuk produk terbaru kami yang pada awal April lalu mendapatkan relaksasi pajak yaitu New Honda CR-V dan Honda City Hatchback RS. Saat ini kami fokus untuk menjaga pasokan untuk dapat memenuhi permintaan konsumen dalam waktu secepatnya,” kata Yusak pada rilis yang diterima MobilKomersial.com, Senin (19/4/2021). 

Pada bulan Maret silam, terjadi peningkatan penjualan hingga 67% dibandingkan bulan sebelumnya di mana Hoda Brio menempati peringkat pertama dan menyumbang 47% dari total penjualan. Untuk Honda Brio Satya terjual sebanyak 2.612 unit dan Honda Brio RS sebanyak 2.148 unit.

Baca juga: Honda Berikan HR-V 1.5L E Special Edition Kepada Danella Ilene Kurniawan

Sedangkan Honda HR-V 1.5L mencatat penjualan sebesar 2.918 unit, Honda Mobilio sebesar 1.078 unit, dan Honda BR-V sebesar 286 unit. Honda CR-V telah berhasil membukukan penjualan sebanyak 682 unit, Honda HR-V 1.8L sebanyak 132 unit, Honda Civic Hatchback sebanyak 60 unit, Honda Jazz sebanyak 41 unit, Honda Odyssey sebanyak 6 unit dan Honda City Hatchback sebanyak 1 unit. 

next> 

Share :

Hankook Tire Raih Silver Winner pada K-Brand Award 2022

Penghargaan ini diharapkan dapat memfasilitasi kesepahaman bisnis dan budaya antara Indonesia dan Korea.

Read More
Sinergitas Lima APM Otomotif, Dorong Popularitas EV di Indonesia

EV Smart Mobility - Joint Project ini merupakan wujud kontribusi lima brand mobil raksasa untuk mengambil peran dalam upaya pengurangan emisi karbon di industri otomotif Indonesia.

Read More
Mulai Pekan Depan, Ganjil Genap Jakarta Akan Diperluas Jadi 25 Titik, Ini Lokasinya

Perluasan itu akibat terjadinya peningkatan volume kendaraan pekan lalu setelah dilonggarakannya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta.

Read More