Jakarta, MobilKomersial.com - Kendaran niaga pengangkut barang adalah salah satu moda transportasi yang diizinkan beroperasi saat periode Idul Fitri tanggal 6-17 Mei 2021. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021. 

Keterbatasan mobilitas masyarakat, serta kebutuhan logistik yang meningkat menjelang hari raya membuat keberadaan kendaraan niaga semakin penting. Awal Mei ini, dikabarkan volume angkutan logistik di Pelabuhan Merak bahkan sempat meningkat hingga 70%.

President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia, Yoon Soo Shin mengajak para pemilik dan pengelola kendaraan niaga untuk tetap waspada saat beroperasi di hari raya meskipun jumlah kendaraan penumpang diprediksi berkurang seiring adanya larangan mudik.

"Rem yang tidak berfungsi dengan baik dan kerusakan pada ban menjadi salah satu  penyebab kecelakaan paling umum. Inspeksi kendaraan sebelum berangkat wajib dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan dan meminimalisir risiko yang disebabkan kelalaian pribadi," ungkap Yoon Soo Shin, Selasa (11/5).

Baca juga : Begini Cara Memperpanjang Umur Ban Kendaraan Niaga Ala Hankook

Sebagai produsen ban yang aktif menggarap pasar kendaraan niaga, HTSI membagikan beberapa hal yang perlu diantisipasi oleh operator dan pengendara selama perjalanan.

National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) PT HTSI, Ahmad Juweni menyatakan, pengendara perlu menghitung beban dan muatan barang yang akan diangkut dengan akurat. Setiap kendaraan niaga punya kapasitas dan dimensi masing-masing. 

"Demikian juga dengan ban, ada kapasitas beban dan kecepatan maksimal. Maka sangat penting untuk memperhatikan muatan barang yang diangkut supaya tidak menyebabkan kerusakan pada kendaraan maupun beban. Perhatikan juga aturan pemerintah mengenai batas kapasitas armada, agar mencegah terjadinya ODOL (Over Dimension dan Over Loading)," jelas Ahmad.

Menurut Ahmad, pecah ban menjadi salah satu insiden kecelakaan truk yang cukup banyak terjadi di jalan tol. Penyebab terjadinya pecah ban dapat dilatarbelakangi dari beberapa faktor. 

"Namun yang terpenting, pengendara perlu memahami bahwa setiap ban memiliki ketahanan atau batasan yang berbeda terhadap kecepatan maksimum atau beban maksimum dari kendaraan itu sendiri," jelasnya.

Share :

Unik, Quester Disulap Jadi Mobil Donor Darah di Thailand

Yayasan Chaleo Yoovidhyanusorn menyumbangkan truk Quester khusus yang telah dimodifikasi menjadi mobil donor darah ke Rumah Sakit Khon Kaen di Bangkok, Thailand.

Read More
 Truk Ramah Lingkungan Hyundai Bakal Segera Beroperasi di California

Hyundai Motor Company mengumumkan rencananya mengirimkan 30 truk heavy duty listrik berbahan bakar hidrogen di perusahaan California pada awal 2023 mendatang.

Read More
Ini Alasan Mercedes-Benz Arocs 8x2 Jadi Pilihan Perusahaan Pengelola Limbah

Berikut spesifikasi Mercedes Benz Arocs

Read More