Jakarta, MobilKomersial.com - Kepala Eksekutif perusahaan otomotif Daimler AG, Ola Kallenius mendorong Uni Eropa untuk lebih terbuka dalam masa peralihan ke mobil listrik. 

"Ini adalah ambisi yang kami katakan "ya". Tapi kita harus memiliki percakapan jujur tentang pengubahan atau transisi ini," kata Ola Kallenius, dikutip dari Investing belum lama ini.

"Semua orang tahu, butuh lebih banyak jam kerja untuk merakit dan membangun powertrain berbasis pembakaran dibandingkan powertrain listrik," sambungnya.

Uni Eropa bulan lalu menaikkan targetnya untuk pengurangan emisi gas rumah menjadi 55 persen pada tahun 2030 dari tingkat tahun 1990 yang hanya 40%.

Baca juga : Tahun 2040, Pabrikan Eropa Akan Stop Produksi Truk Bermesin Diesel

Kemungkinan besar, industri otomotif akan memangkas sejumlah pekerjaan yang terkait dengan elektrifikasi, terutama pekerjaan di pabrik mesin pembakaran.

"Dampak pada pekerjaan perlu ditangani dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial," sambung Ola Kallenius.

Industri mobil Jerman menghadapi "kegagalan ketenagakerjaan" kecuali jika mendapat investasi yang sangat dibutuhkan dalam teknologi baru, terutama baterai.

Sebelumnya sebuah survei dari Ifo Business Climate menunjukkan bahwa transisi ke kendaraan listrik dapat memangkas sekitar 100.000 pekerjaan di industri otomotif.

Pekerjaan ini menyangkut produksi mesin pembakaran pada 2025 jika perusahaan gagal melakukan upaya untuk meningkatkan pemasaran mobil listrik.

Share :

Daihatsu Berikan Tips Aman Bermanuver

Daihatsu memberikan tips seputar berkendara di jalan raya agar tetap aman, nyaman, dan menyenangkan

Read More
Insiden Tabrakan Dua Armada, Transjakarta Kerahkan Pendampingan Maksimal Untuk Pelanggan

Transjakarta dengan sigap langsung dikerahkan ke lokasi kejadian

Read More
Dunlop Tire Luncurkan Teknologi Nano Black, Buat Ban Tampak Lebih Luxury

Logo atau brand Dunlop akan tampak terlihat hitam pekat dan jelas

Read More
honda

Terkini

Terpopuler