Jakarta, MobilKomersial.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan total kebutuhan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda empat hingga tahun 2030 mencapai 132 ribu unit. 

Jumlah tersebut merupakan bagian dari salah satu peta jalan transformasi KBLBB sebagai kendaraan operasional pemerintah dan transportasi umum. 

Dikutip dari laman resmi Kemenhub, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, implementasi penggunaan KBLBB sebagai kendaraan operasional pemerintah bakal dilakukan di tiga kota percontohan di Indonesia, yaitu: DKI Jakarta, Jawa Barat dan Bali. 

Baca juga: Kasus Covid-19 di Sumatra Meningkat, Menhub Perketat Akses Masuk ke Jabodetabek

Salah satu inisiatif Kemenhub mendorong percepatan KBLBB secara massal adalah dengan memberikan kemudahan (insentif fiskal) berupa keringanan biaya pengujian KBLBB. 

Keringanan yang didapat KBLBB tersebut lebih murah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) di mana terdapat biaya emisi gas buang. 

Menhub mencontohkan, jika biaya uji kendaraan BBM mencapai Rp 9,5 juta, maka biaya uji KBLBB hanya Rp 4,5 juta. Jika mobil mencapai Rp 27,8 juta, maka KBLBB hanya Rp 13,2 juta. Sedangkan untuk kategori bus BBM mencapai Rp 126 juta dan KBLBB hanya 13,2 juta. 

Baca juga: Percepat Realisasi Mobil Listrik, Ini Langkah yang Diambil Kemenhub

”Sampai dengan saat ini, berdasarkan data dari Kementerian ESDM, juga telah dibangun 112 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia. Dan pada tahun 2031, kebutuhan SPKLU di Indonesia mencapai 7.146 unit,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat menjadi keynote speaker dalam acara Webinar dengan tema ‘Membangun Masyarakat eMobility’ yang diselenggarakan oleh Cigre Indonesia, Kamis (27/5/2021).

Menhub berharap, kolaborasi antara kementerian atau lembaga dapat terus berjalan baik agar penggunaan KBLBB di Indonesia dapat direalisasikan dengan cepat.

”Stakeholder sudah bergerak, pelaku industri kita harapkan juga bergerak, masyarakat juga kiranya bisa melakukan suatu upaya mengurangi emisi CO2 dari kendaraan berbahan bakar fosil dengan menggunakan kendaraan listrik agar kualitas udara di Indonesia semakin baik,” ucap Menhub.

Baca juga: Siap Dukung Sektor Pariwisata Nasional, Inilah Sederet Keunggulan DFSK Gelora E

demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat menjadi keynote speaker dalam acara Webinar dengan tema ‘Membangun Masyarakat eMobility’ yang diselenggarakan oleh Cigre Indonesia, Kamis (27/5/2021).

 

 

Share :

Kerjasama Mercedes-Benz dan Factorial Kembangkan Teknologi Baterai Solid-State

Tujuan lain dari kemitraan ini adalah untuk memulai dengan sel dan memperluas pengembangan untuk memasukkan seluruh modul dan integrasi ke dalam baterai kendaraan.

Read More
Hankook Lakukan Road Show dengan Truk Hyundai Xcient Fuel Cell Bertenaga Hidrogen

Hankook menetapkan target yang jelas seperti menggunakan 100 persen bahan baku berkelanjutan pada tahun 2050 dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 50 persen dibandingkan tahun 2018, sebagaimana disebutkan dalam laporan ESG produsen ban.

Read More
'Taksi Terbang' EHang 216 Mengudara di Langit Bali

menjadi AAV tingkat penumpang pertama di Indonesia yang disetujui untuk demo penerbangan transportasi nirawak

Read More
honda

Terkini

Terpopuler