Jakarta, MobilKomersial.com - Divisi Automotive Aftermarket (AA) Bosch menghadirkan brake pad Realible Braking Performance. Perusahaan yang telah aktif di Indonesia sejak 1919 ini mengklaim produknya memiliki kualitas yang setara dengan bawaan pabrik dan dengan harga yang terjangkau. 

Bosch menyebutkan, produk terbaru ini mampu meminimalisasi suara dan getaran karena menggunakan material non asbestos sehingga menghasilkan debu yang lebih sedikit ketika brake pad bergesek dengan brake disc.

Pada sebuah proses pengereman, brake pad menekan atau menggesek brake disc sehingga terjadi gesekan yang membuat suhu brake pad meningkat hingga 650° C. Gesekan inilah yang membuat brake pad terkikis dan materialnya menjadi serbuk atau debu dan sebagian menempel pada sekitar roda mobil. 

Baca juga: Bosch Luncurkan Filter Kabin Aeristo Premium, Bisa Serap Partikel Udara Berbahaya

Debu ini dapat menjadi polusi dan berbahaya bagi paru-paru. Di sisi lain, pemerintah telah mengeluarkan aturan terkait penggunaan asbes dalam PP Nomor 74 Tahun 2001 dan mengkategorikan asbes sebagai bahan berbahaya dan beracun. 

Channel Marketing Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia Arditya Wicaktama mengatakan, keselamatan berkendara harus didukung sistem pengereman yang baik. Menurut dia, mobil yang sering digunakan untuk aktivitas sehari-hari dapat memengaruhi kondisi sistem pengereman, khususnya brake pad.

”Brake pad Bosch Reliable Braking Performance memberikan pengalaman mengerem yang stabil dan optimal, didesain khusus untuk pasar Indonesia, sehingga dapat digunakan pada 85% populasi mobil di Indonesia,” papar Arditya Wicaktama dalam rilis yang diterima MobilKomersial.com, Selasa (21/9/2021). 

Baca juga: Banyak yang Milih Harga Ketimbang Kualitas, Begini Cara Bosch Edukasi Konsumen Biar Loyal

  • Untuk menjaga kualitas brake pad tetap prima, pemilik kendaraan perlu mengganti brake pad ketika mengalami gejala ini:
  • Saat mengerem memerlukan lebih banyak waktu untuk berhenti sempurna dan rem terasa kopong;
  • Terdengar suara gesekan saat mengerem;
  • Kendaraan bergerak ke satu arah saat melakukan pengereman. 

”Jangan sepelekan apabila mobil sudah menunjukkan ciri-ciri untuk mengganti brake pad. Pastikan brake pad yang dipilih tepat, serta lebih ramah lingkungan untuk memberikan performa rem terbaik,” saran Ardi.

Menurut dia, penurunan kinerja sistem rem dapat juga dipengaruhi oleh kebiasaan mengemudi, kondisi jalanan apalagi ketika berada di lalu lintas yang macet (stop and go), serta kondisi jalanan yang menurun, dan masa pakainya yang sudah melebihi 40.000 km. 

 

Share :

Beri Edukasi Teknologi Otomotif Terkini, Daihatsu Komitmen Cerdaskan Bangsa

Daihatsu memberikan seputar teknologi terbaru yang ada pada mobilnya

Read More
Transjakarta Lakukan Evaluasi dan Peningkatan Pembinaan ke Operator Bus BMP

sebagai tindaklanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar hal serupa tidak terjadi di kemudian hari

Read More
50 Tahun Berkarya di Indonesia, Trakindo Gelar K3TAB 2021