Semarang, MobilKomersial.com - Setelah terhubungnya tol Trans Jawa dari Jakarta hingga Surabaya, membuat masyarakat semakin mudah dan cepat untuk menjangkau tujuan. Seperti MobilKomersial.com saat mencoba menumpangi bus menjajal Tol Trans Jawa dari Jakarta menuju Semarang pada 7 - 9 Februari 2019 kemarin. 

Perjalanan dimulai dari titik keberangkatan di Jakarta tepatnya di Komplek Polri Munjul, Cibubur, hingga titik terakhir di Jalan Pusponjolo Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. 

Perjalanan menuju kota Semarang melintasi Tol Trans Jawa merupakan yang pertama kali dan saya sangat antusias untuk mencobanya. 

Selama perjalanan sejauh kurang lebih 439 kilometer, bagi saya secara keseluruhan sangat aman dan nyaman. Jalan tol yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo ini cukup mulus hampir di semua lajur. 

Namun pengemudi yang mengendarai bus berukuran sedang ini tetap hati-hati dalam mengatur laju kendaraan. Karena,  pada wilayah tertentu, tepatnya di Tol Palikanci menuju Semarang, masih terlihat perbaikan jalan dikarenakan lubang dan amblas. 

Imbasnya, kecepatan laju bus yang menggunakan chassis Mitsubishi ini harus diperlambat lantaran jalur yang bisa dilalui hanya satu. 

 

Baca juga : New Isuzu GIGA Tractor Head Kini dengan Fitur ABS

 

Meskipun begitu, saya tidak terlalu terganggu dengan perbaikan jalan. Kami meminta pengemudi tetap berhati-hati saat melalui jalan tol tersebut. Karena keselamatan menjadi hal yang harus diutamakan.

Selain busnya yang juga nyaman, penerangan pada bus juga sudah mumpuni yang bisa menyoroti jalur lintasan saat tidak ada penerangan jalan. 

Sebagai informasi, penerangan jalan di Tol Trans Jawa masih sangat minim,  hanya tersedia di beberapa titik saat exit tol setiap kota yang dilalui. 

Sepanjang perjalanan, bus yang saya tumpangi rata-rata kecepatan antara 80-100 km/jam, namun di dalam kabin bus tidak terasa manuvernya. Cukup senyap dan aman meskipun saat itu kondisi cuaca tengah hujan.

 

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, melintasi Tol Trans Jawa sejauh lebih dari 400 kilometer cukup aman. Dengan menumpangi medium bus berkecepatan rata-rata 80-100 km/jam, penumpang di dalamnya masih merasakan kenyamanan. Jalanan yang juga rata-rata mempunyai kontur di cor semen, ban bus masih mampu melekat dengan sempurna.

Nah,  bagi angkutan umum, bus pariwisata maupun masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi, kami sarankan jaga kecepatan kendaraan yang dianjurkan. 

Lebih baik jangan memaksakan untuk kecepatan tinggi jika beresiko kecelakaan. Patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada dan istirahat jika lelah atau telah melewati batas waktu mengemudi yang dianjurkan.

Share :

Kemenhub Siap Revitalisasi Terminal Bus Layaknya Bandara

Pemerintah akan berupaya memperbaiki infrastruktur angkutan darat salah satunya adalah merevitalisasi terminal bus Tipe A yang ada di Indonesia.

Read More
Ngerii... Rem Blong. Bus Hampir

Akun youtube truck sumbar32 sempat mengabadikan momen dimana bus pariwisata yang mengangkut wisatawan mengalami kecelakaan

Read More
Suka Naik Bus? Ikuti Kontes Menulis Cerita Bustualang, Hadiahnya Puluhan Juta

Lomba menulis cerita Bustualang terbuka untuk umum. Dan akan diselenggarakan hingga 30 Juni 2019

Read More