Saat ditanya bagaimana perbandingan komposisi produksi ekspor dan domestik untuk Almaz, Dian menjawab, "Komposisi sudah dibahas, tapi akan dijelaskan lebih detail pada waktunya nanti," ucapnya. 

Seperti diketahui, Wuling Almaz merupakan produk global yang menggunakan platform Baojun 530. Di beberapa negara, produk itu juga dipakai untuk model Chevrolet Captiva.

Wuling Indonesia pun mengizinkan apabila model Almaz yang diekspor Indonesia di-rebadge menjadi model lain di negara tujuan ekspor.

"Yang jelas, platform dari kami adalah Almaz. Jika nanti ada rebadge menjadi apa, tentu itu kebijakan masing-masing tiap negara," tutupnya.

Share :

DFSK Glory 560 Masuk 5 Besar FORWOT Car of the Year 2019

Pemilihan DFSK Glory 560 sebagai salah satu FCY 2019 menjadi salah satu bentuk apresiasi dan pengakuan para insan pewarta otomotif terhadap kendaraan yang ditawarkan oleh DFSK.

Read More
Resmi Mengaspal, S-Presso Jadi Mobil Termurah Maruti Suzuki

Maruti Suzuki resmi meluncurkan mobil terbarunya yang diberi nama S-Presso. Mobil termurah dan teringan ini dijual di India.

Read More
Membedah Spesifikasi BMW Seri 7 Terbaru

Sedan premium yang memiliki desain elegan dan teknologi inovatif ini hadir dalam dua varian, The New BMW 740Li Opulence dan The New BMW 730Li M Sport.

Read More